Jumat, 11 Maret 2011

GA JAMAN GURU MALES


Sroooooooooooook..................Suara derit cukup panjang pertanda didorongnya pintu gerbang depan oleh Pa satpam yang dengan setia menunggui gerbang tersebut dari pagi sampai sore hari.Begitu masuk halam an sekolah rasanya sunyi senyap seperti tidak ada kehidupan, ku tengok jam tanganku .....saat itu  menunjukkan

Pukul 6.30 WIB,lalu kuparkir kendaraanku di tempat parkir yang tersedia.Menit demi menit aku berdiri di area parkir....saya lihat beberapa orang muridku bahkan kadang bergerombol murid- muridku berdatangan, dan seraya mendekat  padaku dan satu persatu bersalaman sambil menyapa “ Assalamu”alaikum, selamat pagi Pa ? “ lalu aku jawab “Wa”alaikum salam nak, bagaimana kabarmu ?”
Serentak anak –anak menjawab “Alhamdulillah, baik Pa !”
Waktu terus bergulir, sementara aku segera bergegas menuju ruangan kerjaku yang letaknya paling depan persisnya sekitar 10 meter dari pintu gerbang utama.Kusimpan tas kerjaku yang berisi sebuah laptop, buku agenda dan beberapa catatan penting yang selalu setia menemaniku, kulihat  lemari piala yang di dalamnya berisi piala, dan  tak terasa waktu sudah menunjukkan pukuh 07.15 dan terdengarlah suara ngiungggggggggggg.............tiga kali  pertanda  proses pembelajaran akan di mulai.Kuayunkan langkahku menuju keluar dari ruangan kerjaku, yang kutuju adalah ruangan Guru yang letaknya di sebelah utara ruangan kerjaku dan terhalang oleh gerbang kedua yang pintunya masih terbuka.

Ketika aku sampai di ruangan Guru ,sunyi............................. ....sepi..............seperti tidak ada kehidupan.Kuucapkan salam “ Assalamu”alaikum sambil kumasuk ke dalam ruangan Guru ,lalu kudengar jawaban “ Wa’alaikum salam”dari Ibu – Ibu Guru yang ada, dan ternyata jumlahnya hanya 6 Orang saja.lalu kulihat jadwal pelajaran yang menempel di dinding depan ruangan guru ,kuperhatikan kode- kode jadwal setiap kelas yang seharusnya hadir ,sambil kubayangkan wajah rekan- rekan Guru yang kodenya tertulis di sana tapi orangnya belum datang.Ibu Guru yang 6 orang tadi pamit mau ke kelas, lalu saya persilahkan, saya beranjak keluar ruangan Guru, dan saya lihat beberapa rekan Guru lainnya sedang memarkir kendaraan di tempat parkir yang tersedia, lalu mereka tersesyum padaku, dan kubalas pula senyuman rekanku itu.Sambil saya berjalan menuju ruanganku, kuhitung Guru yang telah hadir di sekolah,Oh........sedihnya aku, bel sudah berbunyi tapi guru yang hadir baru 12 orang.Sebelum  aku masuk ke ruangan kerjaku, aku tertegun di depan pintu sambil menatap pintu gerbang utama  sambil berharap mudah- mudahan Rekan – rekan Guru yang lain segera datang................Ya Tuhan......bagaimana ini........gumamku.

Saya masuk ruang kerjaku, lalu kudengar suara gaduh,bahkan ada yang berteriak –teriak .........kuintip dari jendela ternyata anak- anak kelas VIII I,VIII J dan VIII k ,yang ruangan kelasnya di belakang ruang kerjaku masih berada diluar karena ternyata Gurunya tidak ada.Aku penasaran, lalu aku keluar dari ruanganku dan berkeliling sambil menyuruh anak – anak agar masuk ke ruanagn kelas “ nak pelajaran siapa? Tolong masuk ya?”Kulanjutkan langkahku dan kutengok setiap kelas sambil kuperhatikan ada berapa kelas yang kosong.........ya ampun hari itu kelas yang terisi Guru hanya 14 Orang, artinya 6 kelas betul – betul kosong.

Besoknya  saya himbau Guru- guru untuk berkumpul dan mengikuti breefing ,lalu aku jelaskan tentang Tupoksi Guru.
Guru adalah Profesi yang sangat mulia, karena dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Guru bukan hanya mentrasfer ilmu pengetahuan kepada para peserta didik, tetapi  juga membentuk pribadi siswa agar memiliki sikap dan prilaku  sesuai dengan yang diharapkan sehingga menjadi insan yang berguna bagi nusa dan bangsa.Guru harus memiliki empat macam kompetensi, yakni Kompetensi pedagogik,kompetensi kepribadian,kompetensi profesional dan kompetensi sosial.

Secara garis besar kompetensi pedagogik adalah Guru harus memiliki kemampuan teknik mengajar sesuai dengan acuan normatif dengan melakukan langkah-langkah membuat perencanaan,melaksanakan pembelajaran,melakukan evaluasi,melakukan analisis,melaksanakan remidial dan pengayaan.Adapun kompetensi kepribadian artinya Guru memiliki sikap dan prilaku yang dapat dijadikan suri tauladan bagi para peserta didik khususnya dan masyarakat pada umumnya.Kompetensi profesional artinya Guru harus memiliki  sikap inovatif dalam melaksanakan tugasnya harus selalu berusaha menjadi agen pembaharuan sehingga mampu menciptakan suatu proses pembelajaran yang aktif,inovativ,kreatif,efektif dan menyenangkan.sedangkan kompetensi sosial artinya Guru harus memiliki hubungan sosial yang sehat, tidak membeda- bedakan siswa berdasarkan jenis kelamin, agama,latar belakang ekonomi dalam melaksanakan proses pembelajaran.

Guru juga selalu dihubungkan dengan dengan simbol “digugu dan ditiru “ artinya adalah bahwa dimanapun keberadaan Guru baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah akan dijadikan model untuk diteladani, seolah olah Guru itu harus menjadi sosok yang paling sempurna.

Keadaan riil di SMP negeri 4 karawang barat terdiri dari 16 Orang Guru PNS ( termasuk kepala sekolah di dalamnya ),28 Orang Guru Tidak tetap (GTT),tenaga Administrasi terdiri dari 3 Orang PNS dan 4 Orang Honorer serta 2 orang caraka dan 1 orang satpam yang kesemuanya masih honorer.Adapun jumlah rombel di SMP Negeri ada 31 rombel, dan Proses pembelajaran menjadi 2 shiff pagi dan siang.Untuk shiff pagi ada 20 rombel yaitu kelas IX ada 9 kelas dan kelas VIII ada 11 kelas.Sedangkan shiff siang kelas VII ada 11 kelas. Dengan keadaan seperti ini berarti jam pertama   untuk shiff pagi harus ada Guru yang hadir dan masuk ke dalam kelas sebanyak 20 Orang.Sayang......setiap hari apa yang menjadi seharusnya tidak sesuai dengan kenyataan.dari jumlah Guru yang diperlukan ,hanya 50 % sampai dengan 60 % Guru yang hadir tepat waktu.Dan hanya 60 % sampai dengan 70 % Guru yang hadir setiap hari sesuai dengan jadwal yang telah tersusun.Tentu ini merupakan sesuatu yang amat memprihatinkan , bahkan amat menyedihkan.............
Keadaan seperti ini tentu saja dipandang sebagai persoalan besar yang berdampak kepada keberhasilan siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran.Beberapa siswa terutama siswa kelas IX pernah berkeluh keash pada saya “Pak saya khawatir ,apakah saya bisa lulus UN tahun ini atau tidak?” masalahnya ada Guru mata pelajaran yang di UN kan tingkat kehadirannya sangat rendah.Saya juga medengar langsung dari Orang Tua siswa ketika diadakan rapat Orang tua Murid menjelang pelaksanaan Bimbel sebagai upaya untuk mengahadapi UN tahun sekarang, Orang tua siswa mengatakan “ anak saya merasa tidan percaya diri untuk menghadapi UN tahun ini, selain kriterianya berat,juga ada Guru mata Pelajaran yang di UN kan ( IPA dan matematika) selama satu semester, semester ganjil kemarin tingkat kehadirannya hanya 25 %.
Setiap hari buku absensi Guru selalu dimasukkan ke buku rekap absen Guru,hal ini tiada lain agar kami mempunyai data kehadiran Guru secara mingguan,bulanan dan setiap akhir semester dan bahkan rekap tahunan agar dapat dijadikan tolok ukur berapa % kehadiran Guru secara individu dan berapa % kehadiran Guru secara keseluruhan.

Dilihat dari  permasalahan di atas tingkat kehadiran Guru di SMP negeri 4 karawang barat memang sangat rendah ,hal ini disebabkan beberapa faktor;
1.Sipat malas  yang dimiliki  oleh setiap individu.
2. Beberapa tahun ke belakarang kurang mendapat arahan dari pemimpin, sehingga ketidak hadiran bukan merupakan suatu masalah
3.Kurangnya rasa tanggungjawab dari Guru- Guru itu sendiri sehingga dianggap bahwa tanggungjawab pendidikan bukan hanya tanggungjawab Guru secara mutlak
4.Kurang dirasakannya reword dan funishment bagi Guru yang rajin dan Guru yang malas, sehingga kurang merasa terpacu untuk berlomba dalam hal kerajinan.

Aku tidak bisa membiarkan ini berlarut – larut, bagaimanapun juga  proses pembelajaran adalah hal terpenting dalam pendidikan, dan kehadiran Guru sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses Pembelajaran tersebut. Akan kucoba melalui pendekatan personal agar teman- teman Guru mau melaksanakan tugas dengan meningkatkan kehadiran.Kuberikan pakaian seragam dan batik, juga pakaian olahraga / training, agar mereka merasa diperhatikan.Alhamdulillah dalam kurun waktu satu tahun keberadaan saya di sekolah tersebut mengalami perubahan yang cukup signifikan.Semula tingkat kehadiran rata- rata seluruh Guru per minggu hanya 65 %, sekarang sudah mencapai rata- rata 80 %.Itu memang belum di sebut maksimal, tapi Alhamduliilah paling tidak sudah ada perubahan.Aku juga banyak menerima pujian dari Pengawas pembina tentang keadaan yang sekarang, tapi aku belum puas, aku ingin kehadiran guru – guru menjadi 100 % !

 Aku  mulai menggalakkan kegiatan –kegiatan yang lebih mengarah kepada kebersamaan,tidak ada jurang pemisah antara senior dan junior,dengan cara demikian satu sama lain memiliki kewajiban untuk saling mengingatkan agar semua pihak memiliki tanggungjawab bersama dengan cara meningkatkan kehadiran.Aku juga ingin meningkatkan kesejahteraan guru – guru agar termotivasi untuk meningkatkan kinerjanya.Bagi Guru – guru yang sudah sertifikasi aku selalu menyampaikan bahwa apabila kinerja dianggap tidak layak, maka tunjangan profsinya bisa dibekukan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar